Browser Anda tidak mendukung Javascript, pastikan enable javascript browser Anda.
Profesional
Dalam
Pengelolaan
Dan
Manajemen

Laporan Keuangan Pembangunan Masjid... Oleh tak di kenal: semoga pembangunan berhasil. up

Laporan Keuangan Pembangunan Masjid... Oleh monza: up Semoga masjidnya cepat jadi dan semoga para donatur dilipatkan pahalanya... Amin

Blog siswa/siswi SMPN 41 Jakarta Oleh suci sma spa nie: mce3x.............
punya blog kayak gini kok gak pernah dibuka"
angry cry embarrassed sad ugly devil confused


Blog siswa/siswi SMPN 41 Jakarta Oleh suci 7corozuel: ayo donkkk kumpulin amal yang banyak byar masjid`a cepet selesai..........

innocent shade wink smile email up


Pembangunan Masjid Al-Hikmah SMP Negeri... Oleh FDN.hancur: Kalau sy bilang, designnya terlalu heboh untuk ukuran yang minimalis. namun kalau udah jadi, kita udah bisa lihat hasilnya.
masalahnya, sy udah kelas 3 dan kayaknya sy gak bisa lihat masjid ini selesai direnovasi karena udah keburu lulus. namun, sekali lagi sy tetap mendukung masjid ini diperbarui.



<<     Februari 2012     >>
Min
Sen
Sel
Rab
Kam
Jum
Sab
   
1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
11
12
13
14
15
16
17
18
19
20
21
22
23
24
25
26
27
28
29
   



Berita


Contoh Pendidikan Karakter Dikembangkan

27 Sep 2011 oleh Tim Berita | dilihat: 110 kali | 0 komentar

JAKARTA - Contoh penerapan pendidikan karakter dikembangkan di 500 institusi pendidikan formal dan nonformal di 33 provinsi.

Praktik-praktik pendidikan karakter yang sudah dijalankan itu, diharapkan dapat memberi insiprasi sekolah lain untuk melaksanakan dan mengembangkan pendidikan karakter yang sesuai dengan kondisi dan kebutuhan sekolah atau daerah masing-masing.  

Pendidikan karakter di sekolah-sekolah itu mestinya juga mengambil dari kearifan lokal, selain nilai-nilai kebajikan yang umum.

"Kita ingin penerapnnya sesuai dengan kondisi dan kebutuhan sekolah yang dapat diukur. Misalnya, kebersihan masih jadi problem banyak sekolah. Bisa dimulai dari situ, lalu dikembangkan pada karakter lain yang mudah diukur dan diterapkan," kata Erry Utomo, Kepala Bidang Kurikulum dan Pendidikan Dasar Kementerian Pendidikan Nasional, dalam seminar bertajuk Pendidikan Harmoni Sebagai Pendidikan Karakter Yang Kontekstual di Jakarta, Senin (26/9/2011).

Guru Besar Emeritus Universitas Negeri Jakarta, HAR Tilaar, mengkritisi pendidikan karakter yang tidak memiliki konsep yang jelas. Pendidikan karakter di Indonesia mestinya berdasarkan kebudayaan Indonesia yang multikultural.

"Pendidikan karakter Indonesia semestinya dengan mengembangkan nilai-nilai yang kita sepakati bersama yang memepersatukan Indonesia. Ini akan menjadi karakter yang khas Indonesia dibanding dari negara lain, sebagai negara yang hidup dalam budaya multikultural," kata Tilaar.

Menurut Tilaar, nilai-nilai karakter Indoensia yang hendak dibangun itu ada di dalam nilai-nilai Pancasila, yang sebenarnya digali dari kebudayaan-kebudayaan daerah. Yang dibutuhkan sekarang ini, bagaimana pendidikan nasional kita dapat menerapkan pendidikan yang mengembangkan kreativitas, berpikir kritis, memecahkan masalah, dan berkarakter," kata Tilaar.

Sementara itu, Tjahjono Soerjodibroto, Direktur Nasional World Vision Indonesia, mengatakan perlu dikembangkan pendidikan kontekstual yang sesuai dengan isu dan kebutuhan pengembangan wilayah setempat.

Pendidikan kontekstual merupakan pendidikan yang memberdayakan dan membangun kesadaran kritis. Pendidikan itu yang bertumpu pada kearifan dan potensi lokal, guna menyiapkan anak untuk dapat hidup utuh sepenuhnya dan memiliki karakter yang baik.

Pendidikan karakter yang kontekstual, antara lain dikembangkan World Vision Indonesia - Wahana Visi Indonesia melalui pendidikan harmoni. Di sini diajarkan nilai-nilai harmoni dengan diri sendiri, sesama, dan alam untuk dapat hidup dalam masyarakat multikultural.

Pendidikan harmoni ini sebagai salah satu model pendidikan karakter yang kontekstual yang dikembangkan di banyak sekolah di Sulawesi Tengah.

"Dengan menggali kembali warisan budaya dan kearifan lokal yang sejatinya telah mencontohkan kehidupan yang rukun dan damai, maka nilai-nilai harmoni kembali digali dari budaya setempat," kata Tjahjono.


Sumber: Kompas.com, Oleh: Ester Lince Napitupulu, Agus Mulyadi




Nama:
E-mail: (will not shown)
Smile: smile wink confused embarrassed tongue omg laughing sad angry cry ugly shade innocent devil email phone cake up 


Masukkan/Tulis angka/huruf berikut :
Security Image   


Berita Lainnya

Laporan Keuangan Pembangunan Masjid Al-Hikmah SMPN 41 Periode Januari 2012 -- 11 Feb 2012 | dilihat: 37 kali | 2 komentar
Budaya Menanam Masuk Kurikulum Sekolah -- 08 Feb 2012 | dilihat: 19 kali | 0 komentar
Tak Ada Cerita Sekolah Bagus Itu Murah -- 08 Feb 2012 | dilihat: 26 kali | 0 komentar
2013 Tak Ada Lagi Sekolah Rusak -- 30 Jan 2012 | dilihat: 26 kali | 0 komentar
Kemdikbud Segera Petakan Anggaran Pendidikan Provinsi -- 30 Jan 2012 | dilihat: 27 kali | 0 komentar
Peran Orangtua Dukung Keberhasilan Belajar Anak -- 30 Jan 2012 | dilihat: 37 kali | 0 komentar
Soal-soal UN Dilengkapi Kode Rahasia -- 30 Jan 2012 | dilihat: 31 kali | 0 komentar
Laporan Keuangan Pembangunan Masjid Al-Hikmah SMPN 41 Periode November 2011 -- 04 Dec 2011 | dilihat: 120 kali | 0 komentar
SUSUNAN PENGURUS KOMITE SMP NEGERI 41 JAKARTA PERIODE TH. 2011 - 2014 -- 02 Oct 2011 | dilihat: 212 kali | 1 komentar
Contoh Pendidikan Karakter Dikembangkan -- 27 Sep 2011 | dilihat: 111 kali | 0 komentar

Sebelumnya ( 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 ) Selanjutnya

Majalah Dinding

Gen Khusus Perlambat Penuaan Lalat -- 08 Feb 2012 | dilihat: 13 kali | 0 komentar
Di Antara 4 Gaya Ini, Mana Gaya Belajar Anda? -- 30 Jan 2012 | dilihat: 28 kali | 0 komentar
Sulit Belajar? Ini Solusinya! -- 30 Jan 2012 | dilihat: 22 kali | 0 komentar
Wah! Asap Cair untuk Pengawet Makanan -- 23 Jul 2011 | dilihat: 44 kali | 0 komentar
Inilah Ekskul Paling Unik di Amerika Serikat -- 23 Jul 2011 | dilihat: 39 kali | 0 komentar
6 Pelajar Indonesia Pamer Riset di AS -- 12 May 2011 | dilihat: 39 kali | 0 komentar
230 Juta Hektar Area Hutan Terancam Hilang Pada 2050 -- 28 Apr 2011 | dilihat: 33 kali | 0 komentar
Ulat Bulu di Probolinggo Fenomena Baru -- 28 Apr 2011 | dilihat: 43 kali | 0 komentar
Tamasya di Taman Ilmu -- 30 Mar 2011 | dilihat: 47 kali | 0 komentar
Bocah 13 Tahun Titisan Albert Einstein -- 30 Mar 2011 | dilihat: 263 kali | 4 komentar

Sebelumnya ( 1 2 3 4 5 6 ) Selanjutnya