Informasi Penerimaan Peserta Didik Baru... By widodo: bagaimana proses penerimaan PPDB tahun ini ?
Blog siswa/siswi SMPN 41 Jakarta By Kira:
Awesome... ![]()
Blog siswa/siswi SMPN 41 Jakarta By charissa 7destination: blog gue banyak....
1. charissanabilla.blogspot.com
2. charissaj-popers.blogspot.com
3. charissaotaku.blogspot.com
4. charissacomate.blogspot.com
Laporan Keuangan Pembangunan Masjid... By tak di kenal: semoga pembangunan berhasil. ![]()
Laporan Keuangan Pembangunan Masjid... By monza:
Semoga masjidnya cepat jadi dan semoga para donatur dilipatkan pahalanya... Amin
News
Contoh Pendidikan Karakter Dikembangkan
27 Sep 2011 oleh Tim Berita | dilihat: 222 kali | 0 komentar
JAKARTA - Contoh penerapan pendidikan karakter dikembangkan di 500 institusi pendidikan formal dan nonformal di 33 provinsi.
Praktik-praktik pendidikan karakter yang sudah dijalankan itu, diharapkan dapat memberi insiprasi sekolah lain untuk melaksanakan dan mengembangkan pendidikan karakter yang sesuai dengan kondisi dan kebutuhan sekolah atau daerah masing-masing.
Pendidikan karakter di sekolah-sekolah itu mestinya juga mengambil dari kearifan lokal, selain nilai-nilai kebajikan yang umum.
"Kita ingin penerapnnya sesuai dengan kondisi dan kebutuhan sekolah yang dapat diukur. Misalnya, kebersihan masih jadi problem banyak sekolah. Bisa dimulai dari situ, lalu dikembangkan pada karakter lain yang mudah diukur dan diterapkan," kata Erry Utomo, Kepala Bidang Kurikulum dan Pendidikan Dasar Kementerian Pendidikan Nasional, dalam seminar bertajuk Pendidikan Harmoni Sebagai Pendidikan Karakter Yang Kontekstual di Jakarta, Senin (26/9/2011).
Guru Besar Emeritus Universitas Negeri Jakarta, HAR Tilaar, mengkritisi pendidikan karakter yang tidak memiliki konsep yang jelas. Pendidikan karakter di Indonesia mestinya berdasarkan kebudayaan Indonesia yang multikultural.
"Pendidikan karakter Indonesia semestinya dengan mengembangkan nilai-nilai yang kita sepakati bersama yang memepersatukan Indonesia. Ini akan menjadi karakter yang khas Indonesia dibanding dari negara lain, sebagai negara yang hidup dalam budaya multikultural," kata Tilaar.
Menurut Tilaar, nilai-nilai karakter Indoensia yang hendak dibangun itu ada di dalam nilai-nilai Pancasila, yang sebenarnya digali dari kebudayaan-kebudayaan daerah. Yang dibutuhkan sekarang ini, bagaimana pendidikan nasional kita dapat menerapkan pendidikan yang mengembangkan kreativitas, berpikir kritis, memecahkan masalah, dan berkarakter," kata Tilaar.
Sementara itu, Tjahjono Soerjodibroto, Direktur Nasional World Vision Indonesia, mengatakan perlu dikembangkan pendidikan kontekstual yang sesuai dengan isu dan kebutuhan pengembangan wilayah setempat.
Pendidikan kontekstual merupakan pendidikan yang memberdayakan dan membangun kesadaran kritis. Pendidikan itu yang bertumpu pada kearifan dan potensi lokal, guna menyiapkan anak untuk dapat hidup utuh sepenuhnya dan memiliki karakter yang baik.
Pendidikan karakter yang kontekstual, antara lain dikembangkan World Vision Indonesia - Wahana Visi Indonesia melalui pendidikan harmoni. Di sini diajarkan nilai-nilai harmoni dengan diri sendiri, sesama, dan alam untuk dapat hidup dalam masyarakat multikultural.
Pendidikan harmoni ini sebagai salah satu model pendidikan karakter yang kontekstual yang dikembangkan di banyak sekolah di Sulawesi Tengah.
"Dengan menggali kembali warisan budaya dan kearifan lokal yang sejatinya telah mencontohkan kehidupan yang rukun dan damai, maka nilai-nilai harmoni kembali digali dari budaya setempat," kata Tjahjono.
Sumber: Kompas.com, Oleh: Ester Lince Napitupulu, Agus Mulyadi
Another News
Informasi Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) SMP Negeri di DKI Jakarta (SMP Negeri 41 Jakarta) Th. Pelajaran 2012 - 2013 -- 11 Apr 2012 | dilihat: 459 kali | 1 komentar
Laporan Keuangan Pembangunan Masjid Al-Hikmah Periode Maret 2012 -- 11 Apr 2012 | dilihat: 70 kali | 0 komentar
Galeri Proses Pembangunan Masjid SMP Negeri 41 Jakarta -- 21 Mar 2012 | dilihat: 76 kali | 0 komentar
Sertifikasi Guru, Haruskah? -- 06 Mar 2012 | dilihat: 96 kali | 0 komentar
Tepatkah Pilihan Studi ke Luar Negeri? -- 06 Mar 2012 | dilihat: 85 kali | 0 komentar
Laporan Keuangan Pembangunan Masjid Al-Hikmah SMPN 41 Periode Januari 2012 -- 11 Feb 2012 | dilihat: 290 kali | 2 komentar
Budaya Menanam Masuk Kurikulum Sekolah -- 08 Feb 2012 | dilihat: 120 kali | 0 komentar
Tak Ada Cerita Sekolah Bagus Itu Murah -- 08 Feb 2012 | dilihat: 198 kali | 0 komentar
2013 Tak Ada Lagi Sekolah Rusak -- 30 Jan 2012 | dilihat: 137 kali | 0 komentar
Kemdikbud Segera Petakan Anggaran Pendidikan Provinsi -- 30 Jan 2012 | dilihat: 123 kali | 0 komentar
Sebelumnya ( 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 ) Selanjutnya
Online Board
Usus Buntu Menyelamatkan Hidup Manusia -- 06 Mar 2012 | dilihat: 73 kali | 0 komentar
4 Aktivitas Bikin Otak Tetap Tokcer -- 06 Mar 2012 | dilihat: 73 kali | 0 komentar
Lapisan Es Tertua di Laut Artik Menghilang Cepat -- 06 Mar 2012 | dilihat: 67 kali | 0 komentar
Gen Khusus Perlambat Penuaan Lalat -- 08 Feb 2012 | dilihat: 94 kali | 0 komentar
Di Antara 4 Gaya Ini, Mana Gaya Belajar Anda? -- 30 Jan 2012 | dilihat: 102 kali | 0 komentar
Sulit Belajar? Ini Solusinya! -- 30 Jan 2012 | dilihat: 105 kali | 0 komentar
Wah! Asap Cair untuk Pengawet Makanan -- 23 Jul 2011 | dilihat: 129 kali | 0 komentar
Inilah Ekskul Paling Unik di Amerika Serikat -- 23 Jul 2011 | dilihat: 107 kali | 0 komentar
6 Pelajar Indonesia Pamer Riset di AS -- 12 May 2011 | dilihat: 115 kali | 0 komentar
230 Juta Hektar Area Hutan Terancam Hilang Pada 2050 -- 28 Apr 2011 | dilihat: 115 kali | 0 komentar
Sebelumnya ( 1 2 3 4 5 6 ) Selanjutnya






