Browser Anda tidak mendukung Javascript, pastikan enable javascript browser Anda.
Gapai Visi
hadapi
Era Globalisasi

Informasi Penerimaan Peserta Didik Baru... Oleh widodo: bagaimana proses penerimaan PPDB tahun ini ?

Blog siswa/siswi SMPN 41 Jakarta Oleh Kira:

quote (charissa 7destination):

blog gue banyak.... 1. charissanabilla.blogspot.com 2. charissaj-popers.blogspot.com 3. charissaotaku.blogspot.com 4. charissacomate.blogspot.com


Awesome... wink


Blog siswa/siswi SMPN 41 Jakarta Oleh charissa 7destination: blog gue banyak....
1. charissanabilla.blogspot.com
2. charissaj-popers.blogspot.com
3. charissaotaku.blogspot.com
4. charissacomate.blogspot.com


Laporan Keuangan Pembangunan Masjid... Oleh tak di kenal: semoga pembangunan berhasil. up

Laporan Keuangan Pembangunan Masjid... Oleh monza: up Semoga masjidnya cepat jadi dan semoga para donatur dilipatkan pahalanya... Amin


<<     Mei 2012     >>
Min
Sen
Sel
Rab
Kam
Jum
Sab
  
1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
11
12
13
14
15
16
17
18
19
20
21
22
23
24
25
26
27
28
29
30
31
  



Majalah Dinding


Zat Pengawet Aman, Jika Tidak Dikonsumsi Berlebihan

16 Oct 2010 oleh Tim Berita | dilihat: 64 kali | 0 komentar

JAKARTA - Isu bahwa mie instan dengan merk Indomie yang mengandung bahan pengawet yang berbahaya ternyata mengundang banyak perhatian dari berbagai kalangan. Jika konsumsi tidak berlebihan, bahan tersebut masih tergolong aman untuk dikonsumsi.

Fakta baru yang ditemukan oleh Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) bahwa ternyata mie instan dengan merk Indomie memiliki kadar zat pengawet E218 atau methyl p-hydroxybenzoate yang berlebih, sekitar 250 miligram dari setiap kilogram kemasannya.

"Sebenarnya zat E218 methyl p-hydroxybenzoate pada Indomie hanya berbahaya pada tingkat tertentu saja. Setiap negara memiliki ketentuan dan standarisasi dari masing-masing badan pengawas makanannya," ujar Profesor. Dr Sunita, ahli gizi dari Universitas Sahid, Jakarta, ketika diwawancara oleh okezone via telepon, Selasa (12/10/2010).

Alasan penarikan Indomie dari Taiwan menurut Profesor Sunita adalah karena masing-masing negara memiliki ketentuan dan standardisasi berbeda yang ditentukan oleh badan pengawas makanannya. Hanya saja badan pengawas makanan Taiwan baru tahu kalau kadar zat methyl E218/p-hydroxybenzoate pada Indomie memiliki kadar yang lebih tinggi dari standar negara mereka. "Padahal Indomie sudah lama diekspor ke Taiwan," kata Sunita.

E218/methyl p-hydroxybenzoate adalah sebuah zat kimia pengawet yang terkandung dalam mie instan dengan merk Indomie. Menurut Profesor Sunita, zat ini aman dikonsumsi untuk manusia, hanya saja konsumsinya disarankan jangan terlalu berlebihan. Di Taiwan, standarisasi untuk zat methyl E218/p-hydroxybenzoate adalah 0mg, sementara Indomie yang selama ini kita konsumsi kadar zat methyl E218/p-hydroxybenzoate nya adalah berkisar 250mg, yang ironisnya malah diloloskan oleh Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) kita.

"Saran saya buat PT.Indofood adalah kalau ingin mengekspor makanan ke luar neger, lihat dulu ketentuan standardisasi dari badan pengawas makanan di negara yang dituju. Jangan sampai kacau seperti kasus ini," tambah Sunita.

Profesor. Dr. Sunita, adalah seorang ahli gizi dari Universitas Sahid, yang baru-baru ini menerbitkan buku berjudul 'Prinsip Ilmu Gizi dan Penuntun Diet'. Dalam waktu dekat, beliau juga akan meluncurkan buku berjudul 'Gizi Seimbang untuk Tubuh Seimbang'.

Dalam data wikipedia, Methyl p-hydroxybenzoate merupakan salah satu zat paraben, yaitu senyawa kimia yang biasa digunakan sebagai bahan pengawet di industri kosmetik maupun farmasi. (srn)


Sumber: Okezone




Nama:
E-mail: (will not shown)
Smile: smile wink confused embarrassed tongue omg laughing sad angry cry ugly shade innocent devil email phone cake up 


Masukkan/Tulis angka/huruf berikut :
Security Image   


Berita Lainnya

Informasi Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) SMP Negeri di DKI Jakarta (SMP Negeri 41 Jakarta) Th. Pelajaran 2012 - 2013 -- 11 Apr 2012 | dilihat: 435 kali | 1 komentar
Laporan Keuangan Pembangunan Masjid Al-Hikmah Periode Maret 2012 -- 11 Apr 2012 | dilihat: 69 kali | 0 komentar
Galeri Proses Pembangunan Masjid SMP Negeri 41 Jakarta -- 21 Mar 2012 | dilihat: 75 kali | 0 komentar
Sertifikasi Guru, Haruskah? -- 06 Mar 2012 | dilihat: 95 kali | 0 komentar
Tepatkah Pilihan Studi ke Luar Negeri? -- 06 Mar 2012 | dilihat: 85 kali | 0 komentar
Laporan Keuangan Pembangunan Masjid Al-Hikmah SMPN 41 Periode Januari 2012 -- 11 Feb 2012 | dilihat: 286 kali | 2 komentar
Budaya Menanam Masuk Kurikulum Sekolah -- 08 Feb 2012 | dilihat: 119 kali | 0 komentar
Tak Ada Cerita Sekolah Bagus Itu Murah -- 08 Feb 2012 | dilihat: 197 kali | 0 komentar
2013 Tak Ada Lagi Sekolah Rusak -- 30 Jan 2012 | dilihat: 136 kali | 0 komentar
Kemdikbud Segera Petakan Anggaran Pendidikan Provinsi -- 30 Jan 2012 | dilihat: 122 kali | 0 komentar

Sebelumnya ( 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 ) Selanjutnya

Majalah Dinding

Usus Buntu Menyelamatkan Hidup Manusia -- 06 Mar 2012 | dilihat: 71 kali | 0 komentar
4 Aktivitas Bikin Otak Tetap Tokcer -- 06 Mar 2012 | dilihat: 71 kali | 0 komentar
Lapisan Es Tertua di Laut Artik Menghilang Cepat -- 06 Mar 2012 | dilihat: 67 kali | 0 komentar
Gen Khusus Perlambat Penuaan Lalat -- 08 Feb 2012 | dilihat: 94 kali | 0 komentar
Di Antara 4 Gaya Ini, Mana Gaya Belajar Anda? -- 30 Jan 2012 | dilihat: 101 kali | 0 komentar
Sulit Belajar? Ini Solusinya! -- 30 Jan 2012 | dilihat: 103 kali | 0 komentar
Wah! Asap Cair untuk Pengawet Makanan -- 23 Jul 2011 | dilihat: 125 kali | 0 komentar
Inilah Ekskul Paling Unik di Amerika Serikat -- 23 Jul 2011 | dilihat: 104 kali | 0 komentar
6 Pelajar Indonesia Pamer Riset di AS -- 12 May 2011 | dilihat: 112 kali | 0 komentar
230 Juta Hektar Area Hutan Terancam Hilang Pada 2050 -- 28 Apr 2011 | dilihat: 113 kali | 0 komentar

Sebelumnya ( 1 2 3 4 5 6 ) Selanjutnya