Blog siswa/siswi SMPN 41 Jakarta Oleh suci sma spa nie: mce3x.............
punya blog kayak gini kok gak pernah dibuka"
![]()
Blog siswa/siswi SMPN 41 Jakarta Oleh suci 7corozuel: ayo donkkk kumpulin amal yang banyak byar masjid`a cepet selesai..........
![]()
Pembangunan Masjid Al-Hikmah SMP Negeri... Oleh FDN.hancur: Kalau sy bilang, designnya terlalu heboh untuk ukuran yang minimalis. namun kalau udah jadi, kita udah bisa lihat hasilnya.
masalahnya, sy udah kelas 3 dan kayaknya sy gak bisa lihat masjid ini selesai direnovasi karena udah keburu lulus. namun, sekali lagi sy tetap mendukung masjid ini diperbarui.
SUSUNAN PENGURUS KOMITE SMP NEGERI 41... Oleh adji imam mahmudi:
halo semuanya saya anak kls kelas 7a
Pembangunan Masjid Al-Hikmah SMP Negeri... Oleh azizah: Design-nya bagus...tapi kapan dibangunnya? kapan jadinya? semoga dananya cepet kumpul dan dan makin cepet pembangunannya...
![]()
Berita
BPPT Desain Kompor Gas yang Lebih Aman
28 Jul 2010 oleh Tim Berita | dilihat: 23 kali | 0 komentarLedakan kompor gas 3 kg yang marak terjadi belakangan ini salah satunya disebabkan banyaknya persambungan antara tabung gas dan kompor. Terdapat tiga persambungan gas yang bisa memicu kobocoran pada tipe kompor gas yang beredar di masyarakat saat ini, yakni di persambungan antara katup tabung dan regulator, regulator dan selang, serta selang dan kompor.
Untuk meminimalkan kecelakaan akibat kebocoran tersebut, Badan Pengkajian Penerapan Teknologi atau BPPT membuat rancang desain kompor gas ukuran 3 kg yang lebih aman dengan titik persambungan yang lebih minim.
"Kompor gas 3 kg yang ada saat ini ada tiga persambungan. Nah, semuanya ini memiliki risiko kebocoran. Dengan desain yang baru ini hanya ada satu persambungan, artinya akan lebih mudah diawasi dan lebih aman," kata Direktur Pusat Teknologi Konversi dan Konservasi BPPT Arya Rezavidi di Gedung BPPT, Jalan MH Thamrin, Jakarta Pusat, Selasa (29/6/2010).
Dalam prototipe yang ditunjukkan kepada Kompas.com, desain kompor buatan BPPT itu tampak jelas berbeda dengan kompor yang ada saat ini. Jika pada kompor gas 3 kg yang ada saat ini memiliki kompor terpisah yang dipisahkan dengan regulator dan selang gas, maka kompor buatan BPPT bagian pembakaran atau kepala kompor langsung disambungkan ke tabung gas melalui regulator. Kompor ini tidak jauh berbeda dengan kompor gas kecil yang biasa dipakai saat berkemah.
"Dengan desain seperti ini sebetulnya lebih aman karena hanya ada satu persambungan. Dengan demikian, kompor mudah perawatan dan diawasi dari kemungkinan bocor," terang Reza.
Dalam pemakaian untuk memasak, kompor dan tabung gas ini bisa "dibungkus" dengan menggunakan badan kompor untuk menahan penggorengan atau panci.
"Mengenai posisi kepala kompor yang lebih dekat dengan tabung gas, kami jamin ini aman karena tabung gas ini tahan sampai 50 bar, artinya katup gas akan terlepas jika tekanannya lebih dari itu dan tidak akan bisa meledak," tutur Reza.
Menurut dia, rancang desain kompor ini sebenarnya sudah pernah diajukan ke Kementerian (dulu Departemen) Perindustrian dan Perdagangan pada tahun 2007 saat wacana konversi minyak tanah ke gas sedang digodok. "Namun, saat itu masih belum bisa diterima karena ada salah persepsi. Waktu itu ditakutkan posisi kepala kompor yang terlalu dekat dengan tabung bisa memicu ledakan. Padahal tidak dan justru sangat aman karena tahan tekanan tinggi," ujarnya.
Melihat kondisi banyaknya kecelakaan akibat kebocoran gas belakangan ini, Reza mengatakan bahwa desain kompor BPPT diharapkan bisa menjadi alternatif bagi pemerintah untuk menyediakan komponen memasak yang lebih aman.
"Pekan lalu kami sudah ajukan (desain dan prototipe) ke Wakil Presiden Boediono melalui Menristek. Saat ini masih dibahas kemungkinan revisi desainnya," kata dia.
Jakarta, kompas.com
Berita Lainnya
Budaya Menanam Masuk Kurikulum Sekolah -- 08 Feb 2012 | dilihat: 1 kali | 0 komentar
Tak Ada Cerita Sekolah Bagus Itu Murah -- 08 Feb 2012 | dilihat: 1 kali | 0 komentar
2013 Tak Ada Lagi Sekolah Rusak -- 30 Jan 2012 | dilihat: 13 kali | 0 komentar
Kemdikbud Segera Petakan Anggaran Pendidikan Provinsi -- 30 Jan 2012 | dilihat: 12 kali | 0 komentar
Peran Orangtua Dukung Keberhasilan Belajar Anak -- 30 Jan 2012 | dilihat: 15 kali | 0 komentar
Soal-soal UN Dilengkapi Kode Rahasia -- 30 Jan 2012 | dilihat: 14 kali | 0 komentar
Laporan Keuangan Pembangunan Masjid Al-Hikmah SMPN 41 Periode November 2011 -- 04 Dec 2011 | dilihat: 104 kali | 0 komentar
SUSUNAN PENGURUS KOMITE SMP NEGERI 41 JAKARTA PERIODE TH. 2011 - 2014 -- 02 Oct 2011 | dilihat: 158 kali | 1 komentar
Contoh Pendidikan Karakter Dikembangkan -- 27 Sep 2011 | dilihat: 91 kali | 0 komentar
Kewajiban Mengajar 27,5 Jam Ditentang -- 27 Sep 2011 | dilihat: 76 kali | 0 komentar
Sebelumnya ( 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 ) Selanjutnya
Majalah Dinding
Gen Khusus Perlambat Penuaan Lalat -- 08 Feb 2012 | dilihat: 1 kali | 0 komentar
Di Antara 4 Gaya Ini, Mana Gaya Belajar Anda? -- 30 Jan 2012 | dilihat: 12 kali | 0 komentar
Sulit Belajar? Ini Solusinya! -- 30 Jan 2012 | dilihat: 9 kali | 0 komentar
Wah! Asap Cair untuk Pengawet Makanan -- 23 Jul 2011 | dilihat: 29 kali | 0 komentar
Inilah Ekskul Paling Unik di Amerika Serikat -- 23 Jul 2011 | dilihat: 29 kali | 0 komentar
6 Pelajar Indonesia Pamer Riset di AS -- 12 May 2011 | dilihat: 31 kali | 0 komentar
230 Juta Hektar Area Hutan Terancam Hilang Pada 2050 -- 28 Apr 2011 | dilihat: 26 kali | 0 komentar
Ulat Bulu di Probolinggo Fenomena Baru -- 28 Apr 2011 | dilihat: 31 kali | 0 komentar
Tamasya di Taman Ilmu -- 30 Mar 2011 | dilihat: 31 kali | 0 komentar
Bocah 13 Tahun Titisan Albert Einstein -- 30 Mar 2011 | dilihat: 248 kali | 4 komentar
Sebelumnya ( 1 2 3 4 5 6 ) Selanjutnya






