Browser Anda tidak mendukung Javascript, pastikan enable javascript browser Anda.
Profesional
Dalam
Pengelolaan
Dan
Manajemen

Salam2xan di Mading Online By devant: d:saya adalah devant
u:mr.overacting
du:coba gw bisa bilang kalau....gw geli ama luu...pede abiss...dukung mr.overacting..


Blog siswa/siswi SMPN 41 Jakarta By Dennis:

quote (praditya firmansyah):

saya juga punya


alamat websitenya apaan?


Blog siswa/siswi SMPN 41 Jakarta By Dennis:
quote (praditya firmansyah):

saya juga punya


bo'ong


Blog siswa/siswi SMPN 41 Jakarta By praditya firmansyah:
quote (Dennis):

ini URL :dennisislam.wordpress.com/

alah gaya aja loe MeNtAng-MentaNG nIlaI lu tinnhgI


Blog siswa/siswi SMPN 41 Jakarta By praditya firmansyah: confused omg laughing saya juga punya ugly shade devil


<<     September 2010     >>
Min
Sen
Sel
Rab
Kam
Jum
Sab
   
1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
11
12
13
14
15
16
17
18
19
20
21
22
23
24
25
26
27
28
29
30
  



News


BPPT Desain Kompor Gas yang Lebih Aman

28 Jul 2010 oleh Tim Berita | dilihat: 37 kali | 0 komentar

Ledakan kompor gas 3 kg yang marak terjadi belakangan ini salah satunya disebabkan banyaknya persambungan antara tabung gas dan kompor. Terdapat tiga persambungan gas yang bisa memicu kobocoran pada tipe kompor gas yang beredar di masyarakat saat ini, yakni di persambungan antara katup tabung dan regulator, regulator dan selang, serta selang dan kompor.

Untuk meminimalkan kecelakaan akibat kebocoran tersebut, Badan Pengkajian Penerapan Teknologi atau BPPT membuat rancang desain kompor gas ukuran 3 kg yang lebih aman dengan titik persambungan yang lebih minim.

"Kompor gas 3 kg yang ada saat ini ada tiga persambungan. Nah, semuanya ini memiliki risiko kebocoran. Dengan desain yang baru ini hanya ada satu persambungan, artinya akan lebih mudah diawasi dan lebih aman," kata Direktur Pusat Teknologi Konversi dan Konservasi BPPT Arya Rezavidi di Gedung BPPT, Jalan MH Thamrin, Jakarta Pusat, Selasa (29/6/2010).

Dalam prototipe yang ditunjukkan kepada Kompas.com, desain kompor buatan BPPT itu tampak jelas berbeda dengan kompor yang ada saat ini. Jika pada kompor gas 3 kg yang ada saat ini memiliki kompor terpisah yang dipisahkan dengan regulator dan selang gas, maka kompor buatan BPPT bagian pembakaran atau kepala kompor langsung disambungkan ke tabung gas melalui regulator. Kompor ini tidak jauh berbeda dengan kompor gas kecil yang biasa dipakai saat berkemah.

"Dengan desain seperti ini sebetulnya lebih aman karena hanya ada satu persambungan. Dengan demikian, kompor mudah perawatan dan diawasi dari kemungkinan bocor," terang Reza.

Dalam pemakaian untuk memasak, kompor dan tabung gas ini bisa "dibungkus" dengan menggunakan badan kompor untuk menahan penggorengan atau panci.

"Mengenai posisi kepala kompor yang lebih dekat dengan tabung gas, kami jamin ini aman karena tabung gas ini tahan sampai 50 bar, artinya katup gas akan terlepas jika tekanannya lebih dari itu dan tidak akan bisa meledak," tutur Reza.

Menurut dia, rancang desain kompor ini sebenarnya sudah pernah diajukan ke Kementerian (dulu Departemen) Perindustrian dan Perdagangan pada tahun 2007 saat wacana konversi minyak tanah ke gas sedang digodok. "Namun, saat itu masih belum bisa diterima karena ada salah persepsi. Waktu itu ditakutkan posisi kepala kompor yang terlalu dekat dengan tabung bisa memicu ledakan. Padahal tidak dan justru sangat aman karena tahan tekanan tinggi," ujarnya.

Melihat kondisi banyaknya kecelakaan akibat kebocoran gas belakangan ini, Reza mengatakan bahwa desain kompor BPPT diharapkan bisa menjadi alternatif bagi pemerintah untuk menyediakan komponen memasak yang lebih aman.

"Pekan lalu kami sudah ajukan (desain dan prototipe) ke Wakil Presiden Boediono melalui Menristek. Saat ini masih dibahas kemungkinan revisi desainnya," kata dia.
 

Jakarta, kompas.com




Nama:
E-mail: (will not shown)
Smile: smile wink confused embarrassed tongue omg laughing sad angry cry ugly shade innocent devil email phone cake up 


Masukkan/Tulis angka/huruf berikut :
Security Image   


Another News

Booming IT Harus Dimanfaatkan Sektor Pendidikan -- 28 Jul 2010 | dilihat: 55 kali | 0 komentar
BPPT Desain Kompor Gas yang Lebih Aman -- 28 Jul 2010 | dilihat: 38 kali | 0 komentar
Anomali Cuaca, Hujan sampai November -- 28 Jul 2010 | dilihat: 28 kali | 0 komentar
LIPI Gelar Ekspose Keanekaragaman Hayati -- 28 Jul 2010 | dilihat: 31 kali | 0 komentar
Satu Orang Tanam 60 Pohon -- 28 Jul 2010 | dilihat: 28 kali | 0 komentar
Informasi Program Akselerasi dan Bilingual SMP Negeri 41 Jakarta 2010 - 2011 -- 19 Jun 2010 | dilihat: 502 kali | 1 komentar
INFORMASI PPDB-REAL TIME ONLINE SMP NEGERI DKI JAKARTA TH. 2010 -- 09 Jun 2010 | dilihat: 593 kali | 17 komentar
PENGUMUMAN KELULUSAN PESERTA UJIAN NASIONAL/UJIAN SEKOLAH TAHUN PELAJARAN 2009-2010 -- 07 May 2010 | dilihat: 306 kali | 15 komentar
UN Masih Diwarnai Kesalahan -- 30 Mar 2010 | dilihat: 145 kali | 2 komentar
Indonesia - Jepang Bekerjasama Reduksi Bahaya Gempa -- 24 Mar 2010 | dilihat: 60 kali | 0 komentar

Sebelumnya ( 1 2 3 4 5 ) Selanjutnya

Online Board

Penyakit Hati Sombong, Iri, dan Dengki dan Cara Mengobatinya -- 03 Sep 2010 | dilihat: 5 kali | 0 komentar
Istana Tertua di Dunia Diubah Turki Jadi Museum -- 03 Sep 2010 | dilihat: 6 kali | 0 komentar
Suara Bintang Berbunyi Seperti Bel -- 03 Sep 2010 | dilihat: 7 kali | 0 komentar
Penentuan Waktu Mesir Kuno -- 28 Jul 2010 | dilihat: 46 kali | 0 komentar
Murid SMP Menemukan Goa di Planet Mars -- 28 Jul 2010 | dilihat: 33 kali | 0 komentar
Primata yang dianggap punah, ditemukan -- 28 Jul 2010 | dilihat: 28 kali | 0 komentar
Investasi Untuk Bumi, Saatnya Adopsi Pohon -- 24 Mar 2010 | dilihat: 35 kali | 0 komentar
Robot Jurnalis Bisa Mengambil Gambar Hingga mem-Publish Informasi -- 24 Mar 2010 | dilihat: 28 kali | 0 komentar
Siswa Pingsan, Takut Tidak Lulus UN -- 21 Mar 2010 | dilihat: 79 kali | 0 komentar
Lapisan Kutub Selatan bagian Barat Tidak Stabil -- 27 Jan 2010 | dilihat: 30 kali | 0 komentar

Sebelumnya ( 1 2 3 ) Selanjutnya