INFORMASI PPDB-REAL TIME ONLINE SMP... Oleh yuyun: hallo...temen2,, sy anak 41 angkatan 2000, sy mau ksh info bahwa beberapa alumni 41 sdh ada yang sukses di dunia bisnis MLM.. yg rata2 punya penghasilan 5 - 30 juta per bulan, kl ada yang mau ikutan, ada cara yang sangat mudah melalui online & tinggalkan cara lama menjalankan bisnis MLM!!! klik URL:fams-online.com/?ref=yuyun
INFO PENERIMAAN PESERTA DIDIK BARU... Oleh susah bgt yaa masuk jakartaaaa males jadiii yaaaa: ![]()
Tahun 2100 Bumi akan Sangat Panas Oleh caroline: ya, semoga orang-orang nanggepin dengan serius..cuma napa ya kok masalah sepenting gini nyaris ga kedengaran suaranya ![]()
Blog siswa/siswi SMPN 41 Jakarta Oleh dela angela: jadilah anak yang berguna untuk nusa dan bangsa..
jangan memalukan nama sekolah smp 41 yang kita cintai ini..
![]()
Blog siswa/siswi SMPN 41 Jakarta Oleh dela angela: kita harus pintar bermain facebook untuk hal yang tidak negatif ![]()
Majalah Dinding
Pohon Sintetis Serap CO2 1.000 Kali Lebih Cepat
15 Jul 2009 oleh Tim Berita | dilihat: 17 kali | 0 komentarPara ilmuwan telah merancang pohon sintetis yang bisa menangkap karbondioksida dari udara sebagai upaya untuk melawan peningkatan emisi karbon. "Pohon" ini bentuknya lebih mirip bangunan kecil daripada pohon, tapi bisa menyerap karbon 1.000 kali lebih cepat daripada pohon asli.
Satu pohon sintetis bisa menyerap satu ton karbondioksida per hari, setara dengan jumlah rata-rata yang dikeluarkan 20 mobil. Setelah disimpan dalam satu bilik, karbon tersebut akan dipadatkan dan disimpan dalam bentuk cairan untuk kemudian diuraikan.
Profesor Klaus Lackner dari Universitas Colombia telah mengerjakan konsep ini sejak tahun 1998. Ia belakangan bertemu dengan pejabat Departemen Energi Amerika Serikat, Steven Chu, untuk membahas perkembangan proyek ini. Lewat perusahaannya yang bermarkas di Tucson, Global Research Technologies, Lackner telah membuat model awal dan berharap bisa menghasilkan prototipe sempurna dalam 3 tahun ini.
Seperti dijelaskan Lackner, teknologi yang dipakai pohon sintetis ini mirip dengan yang biasa digunakan untuk menyerap karbondioksida dari cerobong asap di pertambangan batu bara. Bedanya, alat ini bisa digunakan di mana saja. Menurut Lackner, separuh dari total emisi karbon berasal dari sumber-sumber yang berukuran relatif kecil, termasuk mobil dan pesawat terbang, dan biasanya hampir tidak mungkin untuk diserap. Namun karena karbondioksida dalam udara biasanya sangat terkonsentrasi, alat yang dibutuhkan untuk menyerapnya juga bisa berukuran kecil.
Harapan Lackner adalah membuat pohon sintetis ini agar efisien untuk ukurannya. Dibandingkan dengan jumlah emisi karbondioksida yang bisa dihindarkan dengan penggunaan kincir angin besar, sebuah pohon sintetis dengan ukuran yang sama bisa menyerap karbondioksida ratusan kali lebih banyak.
Untuk membuat satu pohon sintetis dibutuhkan dana hingga 30.000 dollar AS, sebagian besar karena penggunaan teknologi untuk melepaskan karbondioksida dari penghisap gas. Sebagai tambahan, karena membutuhkan energi untuk beroperasi, maka alat ini sendiri juga menghasilkan karbondioksida jika dihubungkan dengan sumber tenaga. Menurut kalkulasi Lackner, untuk setiap 1.000 kg karbondioksida yang diserap, "pohon" ini akan menghasilkan 200 kg sehingga total karbondioksida yang sesungguhnya diserap adalah 800 kg.
Jakarta, Kompas
M4-09
Berita Lainnya
ATM, ditemukan Simjian -- 27 Jan 2010 | dilihat: 59 kali | 2 komentar
Aman pakai kartu cip daripada ATM -- 27 Jan 2010 | dilihat: 49 kali | 0 komentar
SMPN 41 Jakarta Persiapkan Diri Menuju RSBI (Rintisan Sekolah Bertaraf Internasional) -- 26 Jan 2010 | dilihat: 224 kali | 1 komentar
Jadwal Pelajaran Kelas VII - IX, Tahun Ajaran 2009/2010 -- 18 Jan 2010 | dilihat: 67 kali | 0 komentar
Jadwal Pendalaman Materi Putaran III, Tahun Ajaran 2009 - 2010 -- 18 Jan 2010 | dilihat: 70 kali | 0 komentar
Teladan Bangsa yang Terpinggirkan -- 15 Jul 2009 | dilihat: 35 kali | 0 komentar
Antri Ratusan Orang untuk Dapatkan Buku Baru -- 15 Jul 2009 | dilihat: 54 kali | 2 komentar
ISCO: Sekolah Gratis, Tak Perlu Embel-embel Apapun -- 15 Jul 2009 | dilihat: 34 kali | 1 komentar
Indonesia Menjadi Pusat Pelatihan Guru se-ASEAN -- 15 Jul 2009 | dilihat: 29 kali | 0 komentar
Nilai Ujian (UN) tahun 2009 -- 28 Jun 2009 | dilihat: 96 kali | 2 komentar
Sebelumnya ( 1 2 3 4 ) Selanjutnya
Majalah Dinding
Lapisan Kutub Selatan bagian Barat Tidak Stabil -- 27 Jan 2010 | dilihat: 33 kali | 0 komentar
Sedikitnya 15 situs kubur batu ditemukan -- 27 Jan 2010 | dilihat: 71 kali | 1 komentar
Bunga Raflesia dipotong kelopaknya satu -- 27 Jan 2010 | dilihat: 77 kali | 3 komentar
WHO, 28 Juli hari Hepatitis Dunia -- 27 Jan 2010 | dilihat: 26 kali | 0 komentar
Blog siswa/siswi SMPN 41 Jakarta -- 21 Sep 2009 | dilihat: 76 kali | 6 komentar
Pohon Sintetis Serap CO2 1.000 Kali Lebih Cepat -- 15 Jul 2009 | dilihat: 18 kali | 0 komentar
Siap-siap, Rasakan Peluncuran Apollo 11 Lewat Internet -- 15 Jul 2009 | dilihat: 20 kali | 0 komentar
Laut Asam, Telinga Bertambah Besar -- 15 Jul 2009 | dilihat: 23 kali | 0 komentar
Manusia Belum Pernah Mendarat di Bulan? -- 15 Jul 2009 | dilihat: 30 kali | 0 komentar
Pendaratan di Bulan: Akal Sehat Vs Teori Konspirasi -- 15 Jul 2009 | dilihat: 31 kali | 0 komentar
Sebelumnya ( 1 2 ) Selanjutnya






