Blog siswa/siswi SMPN 41 Jakarta Oleh Dennis:
alamat websitenya apaan?
Blog siswa/siswi SMPN 41 Jakarta Oleh Dennis:
bo'ong
Blog siswa/siswi SMPN 41 Jakarta Oleh praditya firmansyah:
alah gaya aja loe MeNtAng-MentaNG nIlaI lu tinnhgI
Blog siswa/siswi SMPN 41 Jakarta Oleh praditya firmansyah:
saya juga punya
![]()
Blog siswa/siswi SMPN 41 Jakarta Oleh news41:
mantab
![]()
Majalah Dinding
Manusia Belum Pernah Mendarat di Bulan?
15 Jul 2009 oleh Tim Berita | dilihat: 13 kali | 0 komentarEmpat puluh tahun telah berlalu sejak dunia dikejutkan oleh kabar keberhasilan pendaratan Apollo 11 di Bulan. Benarkah astronot Neil Armstrong telah menjejakkan kakinya di satelit Bumi tersebut?
Pertanyaan menggelitik itu memang terus menyertai kisah misi Apollo 11 dan pendaratannya di permukaan Bulan pada 21 Juli 1969.
Kemudian, astronot Neil Armstrong dan Edwin ”Buzz” Aldrin berjalan di permukaan Bulan. Cuplikan video menggambarkan Armstrong mengibarkan bendera Amerika Serikat dan melompat-lompat. Aksi ini menegaskan keberhasilan pendaratan manusia di Bulan.
Sejumlah pihak menyangsikan pendaratan itu. Cuplikan video tersebut penuh dengan keganjilan. Ada yang menganggap video itu tidak dibuat di Bulan, tetapi di sebuah tempat khusus di sekitar Negara Bagian Arizona, AS.
Astronom Phil Plait termasuk yang sangsi. Dia memberikan penjelasan pada sebuah program radio ”Are We Alone” yang dikelola SETI Institute. Ini adalah lembaga nirlaba di California, AS, yang fokus pada penjelasan keberadaan makhluk pintar lain di jagat raya.
Plait mengatakan, ada pihak yang skeptis dengan mempertanyakan foto-foto Armstrong dan Aldrin yang memperlihatkan langit tanpa bintang. ”Tidak ada atmosfer di Bulan sehingga bintang-bintang seharusnya terlihat lebih terang.”
Pihak yang skeptis juga mempersoalkan bendera AS dalam cuplikan video yang tampak berkibar, padahal di Bulan tidak ada udara.
Mereka juga mengajukan teori bahwa para astronot mungkin sudah terpanggang radiasi ketika menembus sabuk Van Allen dalam perjalanan ke Bulan.
Kepercayaan melemah
Sebenarnya kepercayaan soal pendaratan di Bulan itu sudah semakin lemah dalam beberapa tahun terakhir. Isu ini mencuat kembali ketika TV Fox pada 2001 menyiarkan sebuah program yang diberi judul ”Conspiracy Theory: Did We Land on the Moon?”
Acara TV Fox itu, kata Dr Tony Philips, pada situs Science@NASA, menggambarkan betapa Badan Penerbangan dan Antariksa AS (NASA) tidak lebih dari sekadar ”produser film yang tolol”.
Semua kesangsian itu telah sering dijawab langsung Armstrong, komandan misi Apollo 11. Tokoh kelahiran Wapakoneta, Ohio, 5 Agustus 1930, itu bersama astronot Buzz Aldrin mengaku telah menikmati permukaan Bulan selama 2,5 jam.
Di Bulan, mereka berdua menancapkan bendera AS dan sebuah spanduk bertuliskan ”Di sini manusia dari planet Bumi menginjakkan kakinya pertama kali. Kami datang dengan damai untuk seluruh umat manusia”.
Mengapa awalnya banyak yang percaya? Bagi AS, pendaratan di Bulan adalah sebuah pencapaian besar yang membuat AS seolah-olah unggul dari pesaing utama ketika itu, Uni Soviet, dalam program luar angkasa.
Bagi salah satu pesaing AS saat ini, Rusia, teori konspirasi mengenai kebohongan pendaratan di Bulan tahun 1969 itu menjadi semakin populer. Rusia membuat sejumlah situs bahkan film-film dokumenter di televisi untuk menyampaikan kebohongan besar pendaratan di Bulan itu.
Konstelasi
Boleh jadi, hal itu pula yang membuat mantan Presiden AS George W Bush memutuskan untuk menghapuskan penerbangan pesawat ulang alik pada 2010 setelah musibah pesawat ulang alik Columbia pada 2003.
Sebagai gantinya, Bush pada 2004 meluncurkan program lebih ambisius, Constellation (Konstelasi), yang bertujuan membawa warga AS kembali ke Bulan pada 2020, dan menggunakan Bulan sebagai tempat peluncuran pesawat luar angkasa berawak manusia menuju Mars.
Michael Griffin, mantan pemimpin NASA yang mendorong program Constellation, menjelaskan, pesawat ulang alik membuat AS bertahan terlalu lama pada penerbangan luar angkasa di orbit rendah, padahal kini muncul pesaing baru dalam program luar angkasa, antara lain China. ”Kita (AS) harus kembali ke Bulan karena itu adalah langkah berikutnya. Bulan hanya beberapa hari dari rumah. Mars hanya beberapa bulan dari Bumi,” papar Griffin.
Sayangnya, anggaran NASA tidak cukup untuk membiayai pembuatan kapsul Orion Constellations, kapsul yang lebih maju dan lebih besar ketimbang versi kapsul Apollo. NASA juga kekurangan biaya untuk menyiapkan roket peluncur Ares I dan Ares V yang diperlukan untuk mengirim kapsul itu ke orbit.
Biaya keseluruhan Constellation itu diperkirakan 150 miliar dollar AS. Anggaran eksplorasi luar angkasa AS pada 2009 hanya 6 miliar dollar AS.
Wajar apabila Senator Bill Nelson (Florida) menegaskan, NASA tidak akan bisa melakukan tugas yang diberikan kepadanya, yaitu berada di Bulan pada 2020. Senator yang mantan astronot itu bahkan mengkhawatirkan, saat program pesawat ulang alik berakhir, AS tak akan bisa mengirimkan astronotnya ke stasiun luar angkasa ISS, kecuali menumpang Soyuz milik Rusia.
Hal itu tentu menjadi kabar buruk bagi NASA dan khususnya Armstrong yang tentu tidak ingin pendaratannya di Bulan menjadi bahan olok-olokan. Meski demikian, ada cara pembuktian lebih sederhana, yaitu menemukan kembali bendera dan spanduk yang ditancapkan Armstrong itu dengan teleskop dari Bumi. Tentu dengan harapan bendera itu masih tertancap di tempatnya.
Kompas
AFP
Berita Lainnya
Booming IT Harus Dimanfaatkan Sektor Pendidikan -- 28 Jul 2010 | dilihat: 3 kali | 0 komentar
BPPT Desain Kompor Gas yang Lebih Aman -- 28 Jul 2010 | dilihat: 3 kali | 0 komentar
Anomali Cuaca, Hujan sampai November -- 28 Jul 2010 | dilihat: 4 kali | 0 komentar
LIPI Gelar Ekspose Keanekaragaman Hayati -- 28 Jul 2010 | dilihat: 5 kali | 0 komentar
Satu Orang Tanam 60 Pohon -- 28 Jul 2010 | dilihat: 3 kali | 0 komentar
Informasi Program Akselerasi dan Bilingual SMP Negeri 41 Jakarta 2010 - 2011 -- 19 Jun 2010 | dilihat: 402 kali | 1 komentar
INFORMASI PPDB-REAL TIME ONLINE SMP NEGERI DKI JAKARTA TH. 2010 -- 09 Jun 2010 | dilihat: 519 kali | 17 komentar
PENGUMUMAN KELULUSAN PESERTA UJIAN NASIONAL/UJIAN SEKOLAH TAHUN PELAJARAN 2009-2010 -- 07 May 2010 | dilihat: 232 kali | 15 komentar
UN Masih Diwarnai Kesalahan -- 30 Mar 2010 | dilihat: 95 kali | 2 komentar
Indonesia - Jepang Bekerjasama Reduksi Bahaya Gempa -- 24 Mar 2010 | dilihat: 40 kali | 0 komentar
Sebelumnya ( 1 2 3 4 5 ) Selanjutnya
Majalah Dinding
Penentuan Waktu Mesir Kuno -- 28 Jul 2010 | dilihat: 5 kali | 0 komentar
Murid SMP Menemukan Goa di Planet Mars -- 28 Jul 2010 | dilihat: 3 kali | 0 komentar
Primata yang dianggap punah, ditemukan -- 28 Jul 2010 | dilihat: 5 kali | 0 komentar
Investasi Untuk Bumi, Saatnya Adopsi Pohon -- 24 Mar 2010 | dilihat: 17 kali | 0 komentar
Robot Jurnalis Bisa Mengambil Gambar Hingga mem-Publish Informasi -- 24 Mar 2010 | dilihat: 13 kali | 0 komentar
Siswa Pingsan, Takut Tidak Lulus UN -- 21 Mar 2010 | dilihat: 50 kali | 0 komentar
Lapisan Kutub Selatan bagian Barat Tidak Stabil -- 27 Jan 2010 | dilihat: 15 kali | 0 komentar
Sedikitnya 15 situs kubur batu ditemukan -- 27 Jan 2010 | dilihat: 41 kali | 1 komentar
Bunga Raflesia dipotong kelopaknya satu -- 27 Jan 2010 | dilihat: 27 kali | 4 komentar
WHO, 28 Juli hari Hepatitis Dunia -- 27 Jan 2010 | dilihat: 13 kali | 0 komentar
Sebelumnya ( 1 2 3 ) Selanjutnya






