Browser Anda tidak mendukung Javascript, pastikan enable javascript browser Anda.
Kompetensi Lulusan
Yang Kompetitif
Lokal Maupun Global

Blog siswa/siswi SMPN 41 Jakarta Oleh suci sma spa nie: mce3x.............
punya blog kayak gini kok gak pernah dibuka"
angry cry embarrassed sad ugly devil confused


Blog siswa/siswi SMPN 41 Jakarta Oleh suci 7corozuel: ayo donkkk kumpulin amal yang banyak byar masjid`a cepet selesai..........

innocent shade wink smile email up


Pembangunan Masjid Al-Hikmah SMP Negeri... Oleh FDN.hancur: Kalau sy bilang, designnya terlalu heboh untuk ukuran yang minimalis. namun kalau udah jadi, kita udah bisa lihat hasilnya.
masalahnya, sy udah kelas 3 dan kayaknya sy gak bisa lihat masjid ini selesai direnovasi karena udah keburu lulus. namun, sekali lagi sy tetap mendukung masjid ini diperbarui.


SUSUNAN PENGURUS KOMITE SMP NEGERI 41... Oleh adji imam mahmudi: smile halo semuanya saya anak kls kelas 7a

Pembangunan Masjid Al-Hikmah SMP Negeri... Oleh azizah: Design-nya bagus...tapi kapan dibangunnya? kapan jadinya? semoga dananya cepet kumpul dan dan makin cepet pembangunannya... up smile innocent


<<     Februari 2012     >>
Min
Sen
Sel
Rab
Kam
Jum
Sab
   
1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
11
12
13
14
15
16
17
18
19
20
21
22
23
24
25
26
27
28
29
   



Majalah Dinding


Pendaratan di Bulan: Akal Sehat Vs Teori Konspirasi

15 Jul 2009 oleh Tim Berita | dilihat: 11 kali | 1 komentar

Pendaratan di Bulan—yang pertama dilakukan oleh astronot Amerika Serikat, Neil Armstrong, 20 Juli 1969—telah dicatat dalam sejarah sebagai salah satu pencapaian paling besar dari umat manusia. Namun, kini, setiap kali orang ingin merayakannya, berseliweran artikel yang melecehkannya. Kini memang dikenal istilah ”kontroversi pendaratan di Bulan”, atau malah ”The Great Moon Hoax” atau ”Kebohongan Bulan yang Hebat”.

Menurut Dr Tony Phillips, seorang pendidik sains, di situs Science@NASA, semua bermula ketika stasiun televisi Fox menayangkan program TV berjudul "Conspiracy Theory: Did We Land on the Moon?", 15 Juli 2001. Sosok yang tampil dalam tayangan itu menyatakan bahwa teknologi Badan Penerbangan dan Antariksa AS (NASA) pada tahun 1960-an belum mampu untuk mewujudkan misi pendaratan di Bulan yang sesungguhnya. Namun, karena tidak ingin kalah dalam lomba ruang angkasa dalam konteks Perang Dingin, NASA lalu menghidupkan Program Apollo di studio film.

Dalam skenario ini, langkah pertama Neil Armstrong yang bersejarah di dunia lain, juga pengembaraan dengan kendaraan Bulan, bahkan ayunan golf astronot Al Shepard di Fra Mauro (salah satu tempat di Bulan) semua palsu!

Ya, menurut acara TV Fox di atas, NASA menjadi produser film yang bloon 30 tahun sebelumnya (dari saat acara tersebut ditayangkan tahun 2001). Sebagai contoh, pakar dalam acara Conspiracy Theory menunjuk bahwa dalam foto astronot yang dikirim dari Bulan tidak menampakkan bintang-bintang di langit Bulan yang gelap. Apa yang terjadi? Apakah pembuat film NASA lupa menyalakan konstelasi bintang?

NASA menyebutkan, perkara itu sudah dijawab oleh fotografer bahwa memang sulit untuk memotret satu obyek yang sangat terang dan satu obyek lain yang sangat redup di lembar film yang sama karena memang emulsi film pada umumnya tidak punya cukup ”rentang dinamik” untuk mengakomodasi obyek yang sangat berbeda tingkat terangnya. Astronot dengan pakaian angkasanya jadi obyek yang terang, dan kamera yang diset untuk memotret mereka akan membuat bintang-bintang latar belakang terlalu lemah untuk dilihat.

Lainnya yang dipersoalkan adalah foto astronot yang menancapkan bendera di permukaan Bulan, mengapa benderanya seperti berkibar bergelombang? Mengapa bisa terjadi demikian, padahal tidak ada angin di Bulan? Dijelaskan, tidak semua bendera yang berkibar membutuhkan angin. Itu karena astronotketika menanam tiang benderamemutar-mutarnya agar menancap lebih baik. Itu membuat bendera berkibar.

NASA dalam kaitan tuduhan rekayasa pendaratan Bulan ini mempersilakan siapa pun yang tetap meragukan pendaratan di Bulan untuk mengakses situs-situs BadAstronomy.com dan Moon Hoax, yang merupakan situs independen, tidak disponsori NASA. Astronom Martin Hendry dari Universitas Glasgow dalam edisi khusus ”40 Tahun Pendaratan di Bulan” Knowledge yang diterbitkan BBC juga menguraikan lagi tangkisan terhadap Teori Konspirasi.

Akal sehat

Namun, menurut Tony Phillips, bantahan paling baik atas tuduhan Kepalsuan Bulan ini adalah akal sehat. Ada selusin astronot yang berjalan di Bulan antara 1969 dan 1972. Di antara mereka masih ada yang hidup dan bisa memberikan kesaksian. Mereka juga kembali ke Bumi tidak dengan tangan kosong. Astronot Apollo membawa kembali 382 kg batu Bulan ke Bumi.

Kalau orang meragukan batu ini dari Bulan, Ilmuwan Kepala di Sains dan Eksplorasi Planet di Pusat Ruang Angkasa Johnson David McKay menegaskan bahwa batuan Bulan sangat unik, jauh berbeda dengan batuan Bumi. Pada sampel Bulan tadi, menurut Dr Marc Norman, ahli geologi Bulan di Universitas Tasmania, hampir tidak ada tangkapan air di struktur kristalnya. Selain itu, mineral lempung yang banyak dijumpai di Bumi sama sekali tidak ada di batuan Bulan. Sempat ditemukan partikel kaca segar di batuan Bulan yang dihasilkan dari aktivitas letusan gunung berapi dan tumbukan meteorit lebih dari 3 miliar tahun silam. Adanya air di Bumi dengan cepat memecahkan kaca vulkanik seperti itu hanya dalam tempo beberapa juta tahun.

Mereka yang pernah memegang batu Bulankalau di AS, seperti yang ada di Museum Smithsoniandipastikan akan melihat bahwa batu tersebut berasal dari dunia lain karena batu yang dibawa angkasawan Apollo dipenuhi kawah-kawah kecil dari tumbukan meteoroid, dan itu menurut McKay hanya bisa terjadi pada batuan dari planet (atau benda langit lain) dengan atmosfer tipis atau tanpa atmosfer sama sekali, seperti Bulan.

Dalam jurnal Knowledge, Martin Hendry masih mengemukakan sederet tangkisan terhadap argumen yang diajukan oleh penganut Teori Konspirasi, seperti tentang sudut bayangan dalam foto yang aneh. Lainnya lagi yang dijawab adalah mengapa tidak ada kawah ledakan di bawah modul Bulan (yang disebabkan oleh semburan roket modul pendarat); lalu juga mengapa sabuk radiasi Bumi tidak menyebabkan kematian pada astronot? Yang terakhir, mengapa tidak ada semburan bahan bakar yang tampak ketika modul pendarat lepas landas meninggalkan Bulan? Jawabannya karena modul Bulan menggunakan bahan bakar aerozine 50, campuran antara hidrazin dan dimethylhydrazine tidak simetri yang menghasilkan asap tidak berwarna, meski kalau ada warna sekalipun kemungkinan besar juga tak terlihat dengan latar belakang permukaan Bulan yang disinari Matahari.

Masa depan

Kini, umat manusia kembali berada dalam satu lomba angkasa baru. Dalam lomba sekarang ini, Bulan tak hanya menjadi destinasi akhir, tetapi akan dijadikan sebagai batu lompatan untuk menuju destinasi lebih jauh, misalnya Planet Mars.

Tahun 2004, Presiden (waktu itu) George W Bush mencanangkan Kebijakan Eksplorasi Angkasa yang sasarannya adalah kembali ke Bulan tahun 2020 dan selanjutnya ke Mars. Jepang tahun 2005 juga mencanangkan tekad serupa, pada tahun 2025. Kekuatan antariksa lain yang harus disebut dan juga telah menyatakan tekad mendaratkan warganya di Bulan adalah Rusia, China, dan India, juga tahun 2020.

Dalam perspektif inilah terlihat bagaimana bangsa-bangsa besar dunia bekerja keras mewujudkan impian besar. Ruang angkasa sebagai Perbatasan Terakhir (The Final Frontier) tidak saja menjanjikan prestise, tetapi juga masa depan, dan keyakinan bahwa, dengan bisa hadir di sana, ada banyak perkara di Bumi yang akan bisa ikut dibantu penyelesaiannya.

 

Kompas





Komentar oleh Gene Kranz, 22 Mar 2010, 09:43 am
FAKTA dan PENJELASAN KEASLIAN PEND!$!$ATAN BULAN:
_URL:www.kaskus.us/showthread.php?t=2879540

Nama:
E-mail: (will not shown)
Smile: smile wink confused embarrassed tongue omg laughing sad angry cry ugly shade innocent devil email phone cake up 


Masukkan/Tulis angka/huruf berikut :
Security Image   


Berita Lainnya

2013 Tak Ada Lagi Sekolah Rusak -- 30 Jan 2012 | dilihat: 9 kali | 0 komentar
Kemdikbud Segera Petakan Anggaran Pendidikan Provinsi -- 30 Jan 2012 | dilihat: 10 kali | 0 komentar
Peran Orangtua Dukung Keberhasilan Belajar Anak -- 30 Jan 2012 | dilihat: 11 kali | 0 komentar
Soal-soal UN Dilengkapi Kode Rahasia -- 30 Jan 2012 | dilihat: 9 kali | 0 komentar
Laporan Keuangan Pembangunan Masjid Al-Hikmah SMPN 41 Periode November 2011 -- 04 Dec 2011 | dilihat: 100 kali | 0 komentar
SUSUNAN PENGURUS KOMITE SMP NEGERI 41 JAKARTA PERIODE TH. 2011 - 2014 -- 02 Oct 2011 | dilihat: 152 kali | 1 komentar
Contoh Pendidikan Karakter Dikembangkan -- 27 Sep 2011 | dilihat: 90 kali | 0 komentar
Kewajiban Mengajar 27,5 Jam Ditentang -- 27 Sep 2011 | dilihat: 75 kali | 0 komentar
Dokumentasi Foto Kegiatan Isra Mi'raj 2011 -- 30 Aug 2011 | dilihat: 66 kali | 0 komentar
Selamat Idul Fitri 1432H, Mohon Maaf Lahiir dan Batin -- 30 Aug 2011 | dilihat: 48 kali | 0 komentar

Sebelumnya ( 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 ) Selanjutnya

Majalah Dinding

Di Antara 4 Gaya Ini, Mana Gaya Belajar Anda? -- 30 Jan 2012 | dilihat: 9 kali | 0 komentar
Sulit Belajar? Ini Solusinya! -- 30 Jan 2012 | dilihat: 6 kali | 0 komentar
Wah! Asap Cair untuk Pengawet Makanan -- 23 Jul 2011 | dilihat: 28 kali | 0 komentar
Inilah Ekskul Paling Unik di Amerika Serikat -- 23 Jul 2011 | dilihat: 26 kali | 0 komentar
6 Pelajar Indonesia Pamer Riset di AS -- 12 May 2011 | dilihat: 30 kali | 0 komentar
230 Juta Hektar Area Hutan Terancam Hilang Pada 2050 -- 28 Apr 2011 | dilihat: 25 kali | 0 komentar
Ulat Bulu di Probolinggo Fenomena Baru -- 28 Apr 2011 | dilihat: 29 kali | 0 komentar
Tamasya di Taman Ilmu -- 30 Mar 2011 | dilihat: 30 kali | 0 komentar
Bocah 13 Tahun Titisan Albert Einstein -- 30 Mar 2011 | dilihat: 248 kali | 4 komentar
Bantu Pengobatan, Robot 'Menjelajah' Mata -- 17 Mar 2011 | dilihat: 17 kali | 0 komentar

Sebelumnya ( 1 2 3 4 5 6 ) Selanjutnya