Blog siswa/siswi SMPN 41 Jakarta Oleh suci sma spa nie: mce3x.............
punya blog kayak gini kok gak pernah dibuka"
![]()
Blog siswa/siswi SMPN 41 Jakarta Oleh suci 7corozuel: ayo donkkk kumpulin amal yang banyak byar masjid`a cepet selesai..........
![]()
Pembangunan Masjid Al-Hikmah SMP Negeri... Oleh FDN.hancur: Kalau sy bilang, designnya terlalu heboh untuk ukuran yang minimalis. namun kalau udah jadi, kita udah bisa lihat hasilnya.
masalahnya, sy udah kelas 3 dan kayaknya sy gak bisa lihat masjid ini selesai direnovasi karena udah keburu lulus. namun, sekali lagi sy tetap mendukung masjid ini diperbarui.
SUSUNAN PENGURUS KOMITE SMP NEGERI 41... Oleh adji imam mahmudi:
halo semuanya saya anak kls kelas 7a
Pembangunan Masjid Al-Hikmah SMP Negeri... Oleh azizah: Design-nya bagus...tapi kapan dibangunnya? kapan jadinya? semoga dananya cepet kumpul dan dan makin cepet pembangunannya...
![]()
Berita
ISCO: Sekolah Gratis, Tak Perlu Embel-embel Apapun
15 Jul 2009 oleh Tim Berita | dilihat: 12 kali | 1 komentarMenggantung harapan pada sekolah gratis, anak-anak miskin juga boleh bercita-cita. Anak tukang becak ingin jadi dokter, pilot, atau penyanyi, bahkan anak pemulung berhak menjadi guru. Sekolah gratis buat mereka adalah sepeser pun tak keluar uang, tahunya belajar.
Farhan, anak tukang becak di Pademangan Barat, Jakarta Utara, misalnya. Siswa Kelas V SD 09 Pademangan Barat ini mengaku ingin jadi penyanyi.
"Biar bisa banggakan bapak," ujarnya polos, sambil menulis cita-citanya di secarik kertas dan kemudian digantungnya di atas pohon, Sabtu (11/7).
Sejak di Taman Kanak-kanak, lanjut Farhan, ayah-ibunya tidak pernah keluar uang untuk sekolahnya. Bahkan, mimpi bisa sekolah pun tidak pernah muncul di mimpi Farhan, juga kedua orangtuanya.
"Bapak kan cuma tukang becak. Kata Ibu uangnya cuma buat makan, tidak boleh buat sekolah," ujar Farhan.
Lain Farhan, lain pula kisah Ainun, siswi kelas VI SD Rawa Badak Selatan 09 Pagi, Jakarta Utara. Anak buruh pelabuhan di Tanjung Priok ini mengaku bercita-cita ingin menjadi pelukis.
"Kalau di rumah, hobiku menggambar, makanya aku mau jadi pelukis biar lukisannya bisa dijual," kisah putri ketiga pasangan Al Rasyid dan Semirah ini.
Tanpa embel-embel
Selain Farhan dan Ainun, Romlah, siswi kelas I SD Rawa Badak Selatan, juga satu dari ribuan anak miskin yang punya cita-cita setinggi langit setelah bisa bersekolah dengan gratis.
Sejak di TK sampai saat ini ditemui oleh Kompas.com, Sabtu (11/7) kemarin, ketiganya direkrut oleh Yayasan ISCO (Indonesian Street Children Organization), yang memberikan layanan sekolah gratis bagi anak-anak miskin di perkotaan di Jakarta, Medan, dan Surabaya, untuk bersekolah sejak dari bangku TK.
"Kita tahu ada kebijakan sekolah gratis dari pemerintah, hanya saja kita juga tahu kalau itu tidak sepenuhnya gratis sebab masih ada biaya-biaya lain, baik itu sumbangan maupun pungutan-pungutan," ujar Ramida Siringo-ringo, Direktur Eksekutif ISCO.
Sekolah gratis, lanjut Ramida, mestinya tanpa embel-embel. Untuk itulah, kata dia, mulai uang pangkal, SPP, seragam, buku dan peralatan tulis, serta buku pelajaran, bahkan sampai perbaikan gizi mereka diberikan oleh yayasan nirlaba tersebut secara cuma-cuma.
Didirikan atas prakarsa Pascal Lalanne dan Josef Fuchs, warga negara Austria, pada Mei 1999, ISCO memulai perekrutan anak-anak miskin kota tersebut di dua wilayah DKI Jakarta, yaitu Cipinang Besar Selatan dan Manggarai. Saat itu, ISCO baru memiliki 60 anak dampingan.
Kini, setelah 10 tahun berjalan, yayasan tersebut terhitung sudah membantu dana pendidikan bagi anak-anak miskin perkotaan di wilayah Jakarta, Depok, Surabaya dan Medan. Jumlah mereka pada tahun ajaran 2008-2009 sudah mencapai 1.725 anak dan akan menjadi 2.200 anak pada Juli 2009.
"Kami hanya ingin memutus rantai kemiskinan dari orangtuanya dan berharap mereka tidak terjebak sebagai anak jalanan," tukas Ramida.
Di 26 area perekrutan, 17 di Jakarta, 7 di Surabaya, dan 2 di Medan, anak-anak tersebut kini bersekolah di sekolah-sekolah umum. Sepulang sekolah, mereka diberi pelajaran tambahan di Sanggar Kegiatan Anak (SKA) yang didampingi oleh para tutor sejak Senin hingga Jumat. Setiap hari Sabtu, anak-anak itu juga diberi tambahan gizi berupa bubur kacang hijau, vitamin, dan susu.
"Sebelumnya, mereka tidak berani bilang punya cita-cita, jangankan punya, mimpi saja tidak," cerita Ramida.
"Sekarang, walaupun ada yang tinggal di pinggir rel kereta atau di gubuk-gubuk kumuh, orangtuanya cuma pemulung atau tukang becak, mereka sudah berani mengatakan cita-citanya. Saya mau jadi dokter, atau saya ingin jadi guru!" tandasnya.
Jakarta, Kompas
LTF
Komentar oleh zzzz, 30 Aug 2009, 05:16 pm
Berita Lainnya
Budaya Menanam Masuk Kurikulum Sekolah -- 08 Feb 2012 | dilihat: 1 kali | 0 komentar
Tak Ada Cerita Sekolah Bagus Itu Murah -- 08 Feb 2012 | dilihat: 1 kali | 0 komentar
2013 Tak Ada Lagi Sekolah Rusak -- 30 Jan 2012 | dilihat: 13 kali | 0 komentar
Kemdikbud Segera Petakan Anggaran Pendidikan Provinsi -- 30 Jan 2012 | dilihat: 12 kali | 0 komentar
Peran Orangtua Dukung Keberhasilan Belajar Anak -- 30 Jan 2012 | dilihat: 15 kali | 0 komentar
Soal-soal UN Dilengkapi Kode Rahasia -- 30 Jan 2012 | dilihat: 14 kali | 0 komentar
Laporan Keuangan Pembangunan Masjid Al-Hikmah SMPN 41 Periode November 2011 -- 04 Dec 2011 | dilihat: 104 kali | 0 komentar
SUSUNAN PENGURUS KOMITE SMP NEGERI 41 JAKARTA PERIODE TH. 2011 - 2014 -- 02 Oct 2011 | dilihat: 158 kali | 1 komentar
Contoh Pendidikan Karakter Dikembangkan -- 27 Sep 2011 | dilihat: 91 kali | 0 komentar
Kewajiban Mengajar 27,5 Jam Ditentang -- 27 Sep 2011 | dilihat: 76 kali | 0 komentar
Sebelumnya ( 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 ) Selanjutnya
Majalah Dinding
Gen Khusus Perlambat Penuaan Lalat -- 08 Feb 2012 | dilihat: 1 kali | 0 komentar
Di Antara 4 Gaya Ini, Mana Gaya Belajar Anda? -- 30 Jan 2012 | dilihat: 12 kali | 0 komentar
Sulit Belajar? Ini Solusinya! -- 30 Jan 2012 | dilihat: 9 kali | 0 komentar
Wah! Asap Cair untuk Pengawet Makanan -- 23 Jul 2011 | dilihat: 29 kali | 0 komentar
Inilah Ekskul Paling Unik di Amerika Serikat -- 23 Jul 2011 | dilihat: 29 kali | 0 komentar
6 Pelajar Indonesia Pamer Riset di AS -- 12 May 2011 | dilihat: 31 kali | 0 komentar
230 Juta Hektar Area Hutan Terancam Hilang Pada 2050 -- 28 Apr 2011 | dilihat: 26 kali | 0 komentar
Ulat Bulu di Probolinggo Fenomena Baru -- 28 Apr 2011 | dilihat: 31 kali | 0 komentar
Tamasya di Taman Ilmu -- 30 Mar 2011 | dilihat: 31 kali | 0 komentar
Bocah 13 Tahun Titisan Albert Einstein -- 30 Mar 2011 | dilihat: 248 kali | 4 komentar
Sebelumnya ( 1 2 3 4 5 6 ) Selanjutnya






